Sabtu, 18 November 2017

Hukum rebonding

Hukum merebonding dan pengeritingan rambut hukumnya haram kecuali bagi wanita yang sudah bersuami dengan syarat ada idzn az-zauj (seizin suami). Sedangkan memodifikasi rambut dengan model punk atau rasta hukumnya haram karena terdapat unsur tasyabbuh bil fussaq (menyerupai orang-orang fasik)

Hukum rebondeng

Khilaf :

- Diperbolehkan sebab hal tersebut termasuk mengubah bentuk dengan tujuan mendapatkan keindahan (lil jamal)

- Tidak diperbolehkan karena termasuk mengubah ciptaan Allah (taghyirul khalq)

قال الطبري : لا يجوز للمرأة تغيير شيء من خلقتها التي خلقها الله عليها بزيادة أو نقص التماس الحسن لا للزوج ولا لغيره كمن تكون مقرونة الحاجبين فتزيل ما بينهما توهم البلج أو عكسه ، ومن تكون لها سن زائدة فتقلعها أو طويلة فتقطع منها أو لحية أو شارب أو عنفقة فتزيلها بالنتف ، ومن يكون شعرها قصيرا أو حقيرا فتطوله أو تغزره بشعر غيرها ، فكل ذلك داخل في النهي . وهو من تغيير خلق الله تعالى . قال : ويستثنى من ذلك ما يحصل به الضرر والأذية كمن يكون لها سن زائدة أو طويلة تعيقها في الأكل أو إصبع زائدة تؤذيها أو تؤلمها فيجوز ذلك ، والرجل في هذا الأخير كالمرأة ، وقال النووي : يستثنى من النماص ما إذا نبت للمرأة لحية أو شارب أو عنفقة فلا يحرم عليها إزالتها بل يستحب . قلت : وإطلاقه مقيد بإذن الزوج وعلمه ، وإلا فمتى خلا عن ذلك منع للتدليس . وقال بعض الحنابلة : إن كان النمص أشهر شعارا للفواجر امتنع وإلا فيكون تنزيها ، وفي رواية يجوز بإذن الزوج إلا إن وقع به تدليس فيحرم ، قالوا ويجوز الحف والتحمير والنقش والتطريف إذا كان بإذن الزوج لأنه من الزينة

Wallahu a'lam

Orang yang pertama mengadakan maulid nabi

::
🚇 SIAPA YANG AWAL MULA MENGADA-ADAKAN BID’AH MAULID?

Mereka adalah orang-orang Bani ‘Ubaidiyyah dan Rafidhah.

Al-Miqrizi rahimahullah berkata di dalam kitabnya “al-Khuthath” (1/hal. 490 dan yang setelahnya):

”Penyebutan hari-hari dimana para khalifah Dinasti Fathimiyah menjadikannya sebagai hari-hari raya dan peringatan…”

Beliau berkata: “Para khalifah Dinasti Fathimiyah memiliki berbagai hari raya dan peringatan dalam sepanjang tahunnya. yaitu:
■ Peringatan penghujung tahun,
■ Peringatan awal tahun,
■ Hari ‘Asyura’,
■ Maulid Nabi shallallahu ‘alaihi was salam,
■ Maulid ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu,
■ Maulid al-Hasan dan al-Husein ‘alihimas salam,
■ Maulid Fathimah az-Zahra ‘alihas salam,
■ Maulid khalifah yang tengah berkuasa,
■ Malam awal Rajab,
■ Malam pertengahan Rajab,

■ Peringatan malam Ramadhan,
■ Awal Ramadhan,
■ Hidangan Ramadhan,
■ Malam penutupan,
■ Peringatan ‘Idul Fithri,
■ Peringatan ‘Idul ‘Adhha,
■ ‘Idul Ghadir,
■ Kiswah (pakaian) musim panas,
■ Kiswah musim dingin,
■ Peringatan Fathul Khalij (pembukaan teluk),
■ Hari an-Nauruz,
■ Hari al-Ghithas,
■ Hari Masehi,
■ Khamis al-‘adas,
■ dan hari-hari kendaraan.”
Selesai penukilan dari beliau.

Saya (asy-Syaikh Usamah bin Sa’ud al-‘Amri) mendengar syaikh kami ‘Abdul Muhsin al-‘Abbad hafizhahullah mengatakan:

Mereka mengada-adakan enam maulid:
● Maulid Nabi Shallallahu ‘alaihi was salam
● Maulid ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu
● Maulid Fathimah radhiyallahu ‘anha
● Maulid al-Hasan radhiyallahu ‘anhu
● Maulid al-Husein radhiyallahu ‘anhu
● Maulid penguasa yang sedang berkuasa di zaman mereka

••••
Sumber: https://telegram.me/Osamasaud

@ashshorowaky | salafysorowako.com/siapa-yang-mengada-adakan-bidah-maulid/?relatedposts_hit=1&relatedposts_origin=1633&relatedposts_position=2
Wallahu a'lam

Hakekat di balik perayaan maulid

::
🚇HAKEKAT DI BALIK PERAYAAN MAULID NABI

Lihatlah,  siapa yang membuat tradisi Peringatan Maulid Nabi pertama kali.... Apakah orang-orang Shalihin.. Apakah generasi Salaf yang diridhai??
------------------------

Asy-Syaikh 'Abdul Qadir al-Junaid berkata,

قال التزمنتي الشافعي عن المولد: هذا الفعل لم يقع في الصدر الأول من السلف الصالح مع تعظيمهم وحبهم له إعظاما ومحبة لا يبلغ جمعنا الواحد منهم.

◾️At-Tazmanti asy-Syafi'i rahimahullah berkata tentang Maulid,

"Perbuatan ini tidak pernah dilakukan oleh generasi pertama as-Salafush Shalih. Padahal pengagungan dan kecintaan mereka terhadap beliau (Rasulullah) merupakan pengagungan dan kecintaan yang sangat besar, kita semua tidak bisa mencapai seperti pengagungan dan kecintaan salah seorang di antara mereka (terhadap Rasulullah)."

قال المؤرخون : أول من أحدث الاحتفال بالمولد الدولة العبيدية. وقد قال عنهم المؤرخ الذهبي: قلبوا الإسلام،وأعلنوا الرفض،وأبطنوا مذهب الإسماعيلية

◾️Para 'ulama ahli sejarah mengatakan, "Yang pertama kali mengadakan perkara baru perayaan Maulid adalah Daulah Ubaidiyyah."
Seorang 'ulama ahli sejarah, al-Imam Adz-Dzahabi rahimahullah telah menegaskan tentang mereka,
"Mereka (Daulah Ubaidiyyah) membalik Islam, menampakkan (manhaj) Rafidhah, dan menyembunyikan madzhab Isma'iliyyah (salah satu sekte ekstrim dalam Syi'ah, pen)."

 
قال المؤرخون:أول من أحدث الاحتفال بالمولد الدولة العبيدية وقال عنهم القاضي عياض: أجمع العلماء بالقيروان أن حال بني عبيد حال المرتدين والزنادقة

◾️Para 'ulama ahli sejarah mengatakan, "Yang pertama kali mengadakan perkara baru perayaan Maulid adalah Daulah Ubaidiyyah."
Al-Qadhi 'Iyadh berkata tentang mereka, "Para 'ulama di negeri Qairawan telah sepakat bahwa kondisi Bani 'Ubaid (penguasa di Daulah Ubaidiyyah) adalah kondisi ORANG-ORANG MURTAD DAN PARA ZINDIQ."

Wallahu a'lam

Hukum wanita menyembelih qurban

Hukum wanita menyembelih adalah Boleh, meski dia dalam kondisi nifas, maupun haid.

و كذا تحل ذكاة الاعمى و المراة و ان كان حائضا و احتج لحلها ذبحها بما رواه البخارى ان جارية لال كعب كانت ترعى غنما فمرضت شاة منها فكسرت مروة و ذبحتها فسال مولاها رسول الله صلى الله عليه و سلم فاجاز لهم اكلها، و المروة الحجر الابيض و فيه دلالة على جوز الذبح به و الله اعلم  كفاية الاخيار ٢/ ٢٢٨

و تحل ذكاة كل مسلم بالغ) او مميز يطيق الذبح قوله كل مسلم اى و مسلمة  البيجور ٢/٥٤٢  دار الكتب العلمية

قوله و يحل ذبح صبي مميز).....و كالصبى فى ذلك الانثى و الخنثى و الحائض و النفساء و الاخرس و الاقلف و المكره القليوبى و عميرة 

Urutan urutan orang yang lebih afdol menyembelih
1. Laki-laki yang berakal, islam
2. Wanita yang berakal, islam
3. Anak-anak yang tamyiz ,islam
4. Ahli kitab
5. Orang gila dan orang mabuk

فرع. قال فى المجموع قال اصحابنا اولى الناس بالذكاة الرجل العاقل المسلم ثم المراة العاقلة المسلمة ثم الصبى المسلم المميز ثم الكتابي ثم المجنون و السكران و فى معناهما الثبى غير المميز كما قاله الشهاب و الرملي لكن لابد ان يكون نوع تمييز كما صرح له الرحماني  البيجورى ٢/٥٤٢  دار الكتب العلمية

Wallahu a'lam

Jumaat, 17 November 2017

Makna dua kalimah SYAHADAH

MAKNA DUA KALIMAT SYAHADAT

Makna syahadat ( لا إله الا الله) secara umum adalah saya mengakui dengan lisan dan saya meyakini dengan hati bahwasanya Tuhan yang berhak di sembah hanyalah Allah Ta'ala.
Dan makna syahadat (محمد رسول الله) adalah saya mengakui dengan lisan dan meyakini dengan hati bahwa sayyidina Muhammad di utus Allah kepada seluruh alam yakni manusia dan jin, beliau adalah orang yang jujur dalam setiap apa yang disampaikannya dari Allah agar mereka beriman terhadap syari’atnya dan mengikutinya.
Maksud dua kalimah syahadat adalah meniadakan sifat ketuhanan dari selain Allah dan menetapkan sifat ketuhanan tersebut hanya kepada Allah di sertai dengan pengakuan terhadap kerasulan Muhammad -shallallahu ‘alaihi wasallam- Allah ta’ala berfirman:
(وَمَنْ لَمْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ فَإِنَّا أَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ سَعِيرًا)
[Surat Al-Fath 13]

Maknanya: “Dan barangsiapa yang tidak beriman kepada Allah dan rasul-Nya maka sesungguhnya kami menyediakan untuk orang-orang yang kafir neraka yang menyala-nyala (jahannam”)
Ayat ini sangat jelas dalam mengkafirkan orang yang tidak beriman kepada Nabi Muhammad -shallallahu ‘alaihi wasallam-. Maka barangsiapa mengingkari masalah ini berarti orangtersebut telah mengingkari al Qur’an dan barangsiapa yang mengingkari al Qur’an maka ia telah keluar dari agama islam.
Para ahli fikih Islam telah sepakat (ijma’) untuk menghukumi kafir bagi orang yang menganut agama selain Islam dan menghukumi kafir bagi orang yang tidak mengkafirkannya atau meragukan (kekafirannya) atau tawaqquf (abstain/berhenti) seperti orang yang mengatakan: “saya tidak mengatakan dia kafir atau tidak kafir”.
Dan ketahuilah dengan penuh keyakinan bahwa iman dan Islam itu tidak sah dan juga amal sholih tidak akan di terima oleh Allah tanpa mengucapkan dua kalimah syahadat (dan meyakini maknanya) dengan lafadzh :
أشهد أن لا إله إلا الله و أشهد أن محمدا رسو ل الله
atau dengan lafadzh lain yang semakna dengan lafadzh di atas meskipun tidak menggunakan bahasa arab.
Untuk keabsahan Islam, seseorang cukup mengucapkannya (dua kalimat syahadat) satu kali seumur hidup. Dan kewajiban selanjutnya adalah mengucapkannya dalam setiap sholat agar sholatnya sah. Ini berlaku bagi selain orang Islam yang ingin masuk Islam. Adapun orang yang tumbuh dalam keadaan Islam dan meyakini makna dua kalimat syahadat maka tidak disyaratkan untuk mengucapkannya ( dua kalimat syahadat) dan dia merupakan seorang muslim meskipun tidak mengucapkannya.
Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam- telah bersabda: Allah berfirman:
وما تقرّب إليّ عبدي بشيء أحبّ إليّ مما افترضت عليه
Maknanya: “Tidaklah hambaku mendekatkan diri kepadaku (untuk meraih derajat yang mulia) dengan sesuatu yang lebih aku cintai selain sesuatu yang telah aku wajibkan kepadanya” (Hadits Qudsi Riwayat al Bukhari)
Kewajiban yang paling utama dan pertama adalah iman kepada Allah dan Rasul- Nya.
Meyakini bahwa tiada Tuhan yang berhak di sembah selain Allah saja tidak cukup selama tidak disertai dengan keyakinan bahwa Muhammad itu rasulullah. Allah ta’ala berfirman :
(قُلْ أَطِيعُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ ۖ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْكَافِرِين)
[Surat Ali 'Imran 32]

Maknanya: Katakanlah wahai Muhammad : "Ta'atilah Allah dan Rasul-Nya (dengan beriman kepada keduanya); jika mereka berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir"
Maksud ayat tersebut adalah Allah tidak mencintai orang-orang yang berpaling dari beriman kepada Allah dan Rasul-Nya disebabkan kekufurannya. Ini adalah dalil bahwa orang yang tidak beriman kepada Allah dan rasul-Nya hukumnya kafir dan Allah tidak mencintai mereka sebab kekufurannya.
Barangsiapa mengatakan: “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang mukmin dan orang-orang kafir karena Allah yang menciptakan mereka semua”, maka ia telah mendustakan al Qur’an. Orang yang berkata seperti itu dijelaskan kepadanya: “Allah memang Dzat yang menciptakan semua tetapi Allah tidak mencintai keseluruhannya ( Allah mencintai orang-orang mukmin namun tidak mencintai orang-orang kafir)”.

Khamis, 16 November 2017

Bagaimana status hukum pemberian seorang politikus untuk ormas/ yayasan ISLAM yang diberikan tanpa disertai kontrak politik yang jelas namun terindikasi bertujuan untuk mendapatkan dukungan politis dari para penerima bantuan dalam persaingan pemilihan pemimpin daerah ataupun negara?

PENTING MOHON DI SEBAR LUASKAN...
KEPUTUSAN BAHSUL MASAIL PCNU JEMBER

PENANGGUNG JAWAB:
KH. Muhyiddin Abdusshomad (Rois Syuriah)
DR KH. Abdullah Syamsul Arifin (Ketua Tanfidziyah)

TIM LEMBAGA BAHSUL MASAIL JEMBER

Ketua :              Moch Syukri Rifa'i
Wakil Ketua :   K. Abdussalam S.pdI
Wakil Ketua :   K.H Badruttamam M.ag
Sekretaris :      Ust. Anwar Sadat S.ag
Wakil Sekretaris : Ust Farij Jauhari
Bendahara :     Ust Moch Cholily M.Pd

DESKRIPSI MASALAH :
Akhir Akhir ini kaum muslimin Indonesia dikejutkan oleh pengusaha sekaligus politikus HT, yang mendirikan Yayasan Peduli Pesantren (YPP) yang siap membantu pesantren di seluruh indonesia dengan dana miliaran rupiah.

Hal ini menjadi kontroversial sebab HT adalah non MUSLIM yang berkeinginan menjadi presiden indonesia selanjutnya.

Sebagian pihak muslim mendukung YPP sebab menurutnya penyumbang pesantren tak harus MUSLIM dan bantuan semacam ini memang dibutuhkan oleh banyak pesantren di indonesia.

Sebagian lagi menolaknya sebab curiga dengan motif pemberian tersebut yang diduga sebagai sarana untuk menarik dukungan pesantren pada pemilu mendatang atau memperlemah daya tolak dari pesantren.

Selain itu kampanye HT juga dilakukan di masjid dalam ruang lingkup pesantren dan tak sedikit para santri yang kedapatan mencium tangannya

PERTANYAAN:

a. Bagaimana status hukum pemberian seorang politikus untuk ormas/ yayasan ISLAM yang diberikan tanpa disertai kontrak politik yang jelas namun terindikasi bertujuan untuk mendapatkan dukungan politis dari para penerima bantuan dalam persaingan pemilihan pemimpin daerah ataupun negara?

JAWABAN :

a. Pemberian seorang politikus yang bertujuan untuk  mempengaruhi pilihan seseorang secara tidak benar dalam memilih pemimpin hukumnya haram karena termasuk risywah.

Refrensi

(روضة الطالبين جز ٣ ص١٤٤)
(الحاوي الكبير جز ١٦ ص ٢٨٣)
(إحياء علوم الدين جز٢ ص١٥٥)

b. Bagaimana bila pemberi bantuan merupakan non-MUSLIM yang secara nyata berniat mencalonkan diri sebagai presiden, bolehkah bantuannya untuk ormas/ yayasan ISLAM diterima?

JAWABAN:

Hukum menerima bantuan tersebut adalah HARAM karena:
1. pemberian tersebut dapat menjadi jalan bagi non MUSLIM untuk menjadi pemimpin.
2. Dapat menyebabkan Terhinanya tokoh dan orang ISLAM
Refrensi :
(سلم التوفيق)
ومنها إعانة على المعصية
(فيض القدير جز ٣ ص  ٤٥٣)

c. Bolehkah ormas/ yayasan ISLAM menerima bantuan dari seorang politikus non-muslim tetapi dengan niat takkan memberikan dukungan politis apapun terhadapnya dalam pemilu mendatang?

JAWABAN :

Hukumnya tetap HARAM, karena :

1. Yang menjadi acuan hukum adalah niat pemberi bukan penerima

2. Menerima bantuan tersebut akan menimbulkan persepsi adanya dukungan
Fefrensi :
(  إتحاف السادة المتقين الجزء السادس صـ 160-161)

d. Bagaimana pandangan fikih menyikapi keterlibatan seorang MUSLIM dalam kampanye yang bertujuan untuk memenangkan calon pemimpin non MUSLIM di negara demokrasi seperti indonesia?

JAWABAN:

Keterlibatan seorang MUSLIM dalam kampanye tersebut menurut fikih hukumnya haram karena membantu Tauliyat al-kafir.

Dalam Negara demokrasi sesuai konstistusinya, setiap warga negara dijamin haknya untuk memilih sesuai keyakinannya masing-masing
Refrensi :
(أحكام أهل الذمة ١/٢٠٥)
فلا يجوز للمسلمين ممالاتهم عليه ولا مساعدتهم ولا الحضور معهم الخ
(تفسير أيات الأحكام الجزء الأول صحيفة ٤.٣)
(المحلي على المنهاج ٤/١٧٢)
ولا يجوز تسليطه على المسلمين
قوله ولا يستعان فيحرم الا لضرورة
e. Bagaimana hukum menjadikan MASJID sebagai tempat kampanye politik calon pemimpin non-MUSLIM?

JAWABAN :

Hukumnya HARAM

(أحكام أهل الذمة ١/٢٠٥)
فلا يجوز للمسلمين ممالاتهم عليه ولا مساعدتهم ولا الحضور معهم الخ
(إحياء علوم الدين (٢/ ١٧١، بترقيم الشاملة آليا)

f. Bagaimana hukum seorang MUSLIM mencium tangan non-MUSLIM?

JAWABAN :

Hukum seorang MUSLIM mencium tangan non-muslim adalah HARAM, karena termasuk perbuatan memulyakan orang KAFIR.

( روح المعاني الجزء الثالث صحـ ١٢٠
(الفتاوى الفقهية الكبرى (٤/  ٢٢٣)
لا يجوز للمسلم أن يعظم الكافر بنوع من أنواع التعظيم سواء المذكورات وغيرها ومن فعل ذلك طمعا في مال الكافر فهو آثم جاهل كيف وقد قال صلى الله عليه وسلم من تواضع لغني لأجل غناه ذهب ثلثا دينه فإذا كان التواضع للمسلم الغني يذهب ثلثي الدين فما بالك بالتواضع للكافر

والله سبحانه وتعالى أعلم

Wasiat Amalan dari Al Habib Salim bin Abdullah Assyatiri

Wasiat Amalan dari Al Habib Salim bin Abdullah Assyatiri:

Kali ini Dakwah Nusantara akan membagikan sebuah amalan yang diwasiatkan oleh Al Habib Salim Assyatiri untuk diamalkan berupa kalimat dzikir dan wirid pilihan yang memiliki khasiat dan manfaat yang besar jika dibaca.

Berikut ini merupakan faedah dan ijazah yang disampaikan/ diwasiatkan oleh al-Allamah al-Habib Salim bin Abdullah Asy-Syathiri, semoga bermanfaat:

1) Membaca يا لطيف / Yaa Lathiif setiap hari pagi dan sore sebanyak 129 kali. Faedahnya: barang siapa yang melaziminya maka ia akan diliputi kelembutan oleh Allah disetiap urusannya.

2) Membaca سورة الفاتحة / Surat al-Fatihah sebanyak 41 kali disetiap waktu menjelang shubuh. Faedahnya: barang siapa yang melaziminya maka ia akan mendapat kefahaman dan penjagaan dan futuh tanpa susah payah.

3) Membaca يا سميع يا بصير / Yaa Samii’u Yaa Bashiir setiap hari sebanyak 100 kali. Faedahnya: barang siapa yang melaziminya maka do’anya mustajab.

Itulah amalan yang diwasiatkan oleh Al Habib Salim Assyatiri. Semoga bermanfaat dan bisa istiqomah kita baca setiap harinya. Amin ya rabbal 'alamin..

Bagi Anda yang ingin mengamalkan ijazah-ijazah di atas, silakan share postingan ini dan ketik "Qobiltu (saya terima)" pada kolom komentar dibawah ini.

Wallahu a'lam.